
kobexielite.com/ – Perlu tidak sih karyawan baru diberikan pengembangan dan pelatihan? Jika Anda masih menganggap pengembangan dan pelatihan tidak penting dalam pelaksanaan pekerjaannya, yuk simak artikel berikut ini.
Rubrik Finansialku
Definisi Pengembangan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia
Dalam praktiknya, karyawan yang telah direkrut, diseleksi, dan ditempatkan
selanjutnya akan menerima pengembangan agar dapat menyesuaikan dengan pekerjaan dan organisasi.
Menurut Filippo, pengembangan meliputi baik pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan tertentu maupun pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan umum dan pemahaman atas keseluruhan lingkungan.
Sedangkan menurut Gary Dessler, pelatihan memberikan pegawai baru atau yang ada sekarang keterampilan yang mereka butuhkan untuk melaksanakan pekerjaan.
Bisa disimpulkan, pelatihan berfokus pada keterampilan yang dibutuhkan oleh karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang sekarang, sedangkan employee and management development adalah latihan panjang.
[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]
Nah, untuk memahaminya lebih dalam mari menyimak beberapa definisi pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia dari para ahli:
Jadi, dapat disimpulkan bahwa:
Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis
Alasan Dibutuhkannya Pengembangan dan Pelatihan
Tentunya ada alasan mengapa pelatihan dan pengembangan dibutuhkan dalam sebuah perusahaan atau organisasi.
Adapun beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut:
[Baca Juga: Sudahkah Anda Tahu: Tunjangan dan Kompensasi Kerja? Dan Bagaimana Cara Memanfaatkan dengan Benar?]
Banyak sekali manfaatnya bukan? Terlebih pelatihan dan pengembangan bukan hanya dapat menolong pegawai untuk bisa melaksanakan pekerjaannya sekarang, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya pada seluruh karier untuk menangani tanggung jawab di kemudian hari.
Jadi, bisa dibilang bahwa tujuan dari pengembangan dan pelatihan ini adalah melengkapi kapabilitas pegawai baru yang telah menerima orientasi untuk menyeimbangkan tuntutan jabatan seorang karyawan seperti dapat dilihat pada gambar berikut:
Keseimbangan antara kapabilitas pegawai baru dan tuntutan jabatan
Manfaat Pengembangan dan Pelatihan
Program pengembangan dan pelatihan umumnya diselenggarakan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh organisasi, individu, dan bagian kepegawaian seperti tercantum berikut ini:
#1 Bagi Organisasi
Manfaat program pengembangan dan pelatihan bagi organisasi adalah sebagai berikut:
Membantu menangani konflik sehingga mencegah stres dan tensi tinggi
[Baca Juga: Tahukah Anda Apa itu Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia? Yuk Cari Tahu Sekarang!]
#2 Bagi Individu
Manfaat program pengembangan dan pelatihan bagi individu terkait adalah sebagai berikut:
#3 Bagi Bagian Kepegawaian
Manfaat program pengembangan dan pelatihan bagi bagian kepegawaian adalah sebagai berikut:
Tujuan Pengembangan dan Pelatihan
Menurut Manullang (1980), tujuan pengembangan pegawai sebenarnya sama dengan tujuan latihan pegawai, yakni untuk pengembangan pegawai yang efektif, sehingga dapat memperoleh tiga hal berikut:
[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]
Sedangkan tujuan dari pengembangan sumber daya manusia menurut Schuler (1992), yaitu sebagai berikut:
#1 Mengurangi dan Menghilangkan Kinerja yang Buruk
Dalam hal ini, kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai saat ini, yang dirasakan kurang efektif atau buruk sehingga diharapkan dapat mencapai efektivitas kerja sebagaimana diharapkan oleh organisasi.
#2 Meningkatkan Produktivitas
Kegiatan pengembangan juga bertujuan untuk memberikan pegawai tambahan keterampilan dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pelaksanaan pekerjaan mereka.
Dengan demikian diharapkan secara tidak langsung pengembangan dan pelatihan ini akan meningkatkan produktivitas kerjanya.
#3 Meningkatkan Fleksibilitas dari Angkatan Kerja
Dengan semakin banyaknya keterampilan yang dimiliki pegawai, maka diharapkan pegawai lebih fleksibel dan mudah untuk menyesuaikan diri dengan kemungkinan adanya perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi.
[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]
Seperti telah diungkapkan sebelumnya, perubahan ini dapat terjadi seiring waktu.
Apabila karyawan sudah diberi pelatihan dan pengembangan, maka organisasi tidak perlu lagi menambah pegawai yang baru bila memerlukan pegawai dengan kualifikasi tertentu, karena pegawai yang dimiliki sudah cukup memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut.
#4 Meningkatkan Komitmen Karyawan
Melalui kegiatan pengembangan, karyawan diharapkan akan memiliki persepsi yang baik tentang organisasi/perusahaan yang secara tidak langsung akan meningkatkan komitmen kerja pegawai serta dapat memotivasi mereka untuk menampilkan kinerja yang baik.
Komitmen inilah yang akan berujung pada loyalitas seorang karyawan terhadap perusahaannya.
#5 Mengurangi Turnover dan Absensi
Hal ini menyambung dengan komitmen karyawan yang diungkapkan pada poin 4 tadi. Dimana besarnya komitmen pegawai terhadap organisasi akan memberikan dampak terhadap adanya pengurangan tingkat turnover absensi.
Pada akhirnya, penurunan turnover dan absensi berarti meningkatkan produktivitas organisasi serta meminimalisasi biaya.
Langkah-langkah Program Pengembangan dan Pelatihan
Menurut Werther & Davis, langkah-langkah dalam program pengembangan dan pelatihan mencakup 6 langkah berikut:
#1 Penilaian Kebutuhan (Need Assessment)
Need assessment atau penilaian kebutuhan artinya melakukan diagnosis terhadap masalah-masalah yang dihubungkan dengan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh organisasi.
Perubahan-perubahan dalam lingkungan akan mengakibatkan timbulnya tantangan-tantangan baru yang harus dihadapi organisasi, misalnya perubahan strategi perusahaan, tingginya tingkat kecelakaan kerja, menurunnya motivasi kerja dan modal kerja.
#2 Penetapan Tujuan Latihan dan Pengembangan
Setelah kebutuhan pelatihan dianalisis, maka perlu ditetapkan tujuan dari pelatihan yang konkret dan terukur (biasa disebut tujuan instruksional).
Tujuan ini merupakan uraian perilaku yang diinginkan dari trainee setelah mereka mengikuti program pelatihan.
Dalam menentukan tujuan pelatihan dan pengembangan perlu disusun tujuan yang sifatnya dalam bentuk perilaku. Sebagai contoh agar pegawai di bagian produksi dapat menyelesaikan pekerjaan dengan target 1000 unit per minggu.
#3 Penentuan Isi Program dan Prinsip Belajar
Program content atau isi program dibentuk oleh suatu penilaian kebutuhan dan oleh pengenalan tujuan.
Adapun isi program diupayakan untuk:
Sedangkan prinsip belajar merupakan sesuatu yang perlu dipegang teguh. Prinsip belajar merupakan garis pedoman dimana orang dapat belajar dengan seefektif mungkin.
Yang termasuk di dalamnya antara lain adalah partisipasi, pengulangan, relevansi, pengalihan dan feedback.
[Baca Juga: Ini Dia Hak Karyawan Berdasarkan UU Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui]
Umumnya cara belajar yang sering digunakan adalah learning curve, dimana pelatih membuat learning curve dengan 2 tujuan berikut:
#4 Pelaksanaan Program Aktual
Dalam memilih teknik yang akan digunakan untuk pengembangan dan pelatihan (actual program) perlu dipertimbangkan beberapa hal berikut ini:
Hal yang terpenting bisa berubah-ubah tergantung pada situasinya, namun hal-hal di atas umumnya perlu dipertimbangkan agar bisa memenuhi learning principles.
#5 Ketahui Keterampilan, Pengetahuan, dan Kemampuan Para Pegawai
Setelah Anda melewati 4 tahap tersebut, maka kini Anda bisa mengetahui keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan para pegawai.
#6 Evaluasi (Terhadap Need Assessment)
Langkah terpenting dalam program pengembangan dan pelatihan tentunya adalah evaluasi, yang ditujukan untuk mengetahui apakah program sudah mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan atau belum.
Adapun langkah-langkah dari proses evaluasi ini adalah sebagai berikut:
[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]
Adapun 4 kategori yang umumnya diukur dari hasil pengembangan dan pelatihan menurut Garry Dessler adalah:
Gratis Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula
Kesimpulan: Pengembangan dan Pelatihan Karyawan Baru itu Penting
Setelah karyawan diterima dan ditempatkan dalam suatu perusahaan, bukan berarti proses pengelolaan sumber daya manusianya selesai.
Justru inilah awal dari proses pengembangan dan pelatihan, yang merupakan sebuah tahapan penting bagi karyawan baru karena memiliki banyak manfaat bagi karyawan itu sendiri, bagian personalia, maupun perusahaan.
Dan seperti telah dijabarkan di atas, proses inilah yang akan melengkapi kapabilitas pegawai baru yang telah menerima orientasi untuk menyeimbangkan tuntutan jabatan seorang karyawan.
Jadi, penting sekali bukan memberikan pengembangan dan pelatihan bagi karyawan baru di perusahaan Anda?
Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai pentingnya memberikan pengembangan dan pelatihan bagi karyawan baru lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.
Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.
Sumber Referensi:
Sumber Gambar:

