
kobexielite.com/ – Sudah kenalkah Anda dengan neraca lajur? Namun apa sebenarnya neraca lajur itu? Langsung cari tahu jawabannya di artikel berikut ini!
Definisi Neraca Lajur
Masih banyak perusahaan yang sudah rutin membuat laporan keuangan dengan neraca lajur. Namun sayangnya masih banyak yang belum mengenal definisinya.
Pada dasarnya, neraca lajur atau disebut juga kertas kerja (worksheet) merupakan sebuah lembaran kertas dengan lajur-lajur atau kolom-kolom yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data-data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara sistematis.
Neraca lajur ini berfungsi sebagai alat bantu yang bertujuan mempermudah penyusunan laporan keuangan manual. Namun neraca ini bukan merupakan bagian dari catatan akuntansi formal.
[Baca Juga: Definisi Remittance Adalah]
Neraca lajur berisi berbagai informasi untuk laporan keuangan, sebagai contoh:
Dalam praktiknya, neraca lajur terdiri dari 5 bagian pokok yaitu sebagai berikut:
Nah, setelah mengenal definisi neraca lajur secara umum, kini saatnya Anda memahami lebih dalam tentang neraca ini. Finansialku sudah merangkumnya dalam ulasan di bawah ini:
Tujuan Neraca Lajur
Neraca lajur merupakan suatu landasan untuk memeriksa rekening buku besar yang disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara yang sesuai dengan penyusunan laporan keuangan.
Namun, neraca ini BUKANLAH laporan keuangan, sehingga tidak dapat menggantikan kedudukan pencatat akuntansi atau laporan keuangan. Artinya, neraca ini semata-mata hanya merupakan alat bantu untuk laporan keuangan.
[Baca Juga: Tahukah Anda, Apa Bedanya Pinjaman Uang dan Pembiayaan?]
Adapun tujuan dari disusunnya neraca lajur antara lain adalah sebagai berikut:
Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an
Fungsi Neraca Lajur
Beberapa fungsi penerapan neraca lajur dalam pencatatan keuangan, yaitu sebagai berikut:
#1 Meringkas Data dalam Mencatat Keuangan
Fungsi pertamanya yakni meringkas data dalam pencatatan keuangan, di mana Anda akan menggolongkan data yang berisi akun keuangan pada perusahaan.
Dengan memanfaatkan neraca lajur, data keuangan akan lebih mudah untuk dilihat dan digunakan untuk kebutuhan selanjutnya. Data dibuat ringkas dengan tujuan menunjukkan informasi yang dibutuhkan tanpa proses yang panjang.
#2 Memeriksa Kembali Data
Fungsi kedua dari neraca lajur yakni untuk melakukan pemeriksaan ulang data. Anda dimungkinkan untuk memeriksa kembali data pada pencatatan sebelumnya menggunakan neraca ini, terutama dalam neraca saldo dan jurnal penyesuaian.
Dalam pencatatan keuangan sangat mudah terjadi kesalahan, misalnya saja akibat kesalahan manusia (human error) atau kesalahan perangkat lunak yang digunakan.
Oleh karena itu, proses pemeriksaan data yang dilakukan dalam neraca lajur akan dimanfaatkan untuk menghindari kesalahan pencatatan keuangan secara keseluruhan.
#3 Membantu Menyusun Laporan Keuangan
Fungsi yang ketiga sesuai dengan pembahasaan di atas, di mana pencatatan dalam neraca lajur merupakan alat bantu dalam proses pembuatan laporan keuangan, karena data-data di dalamnya sudah mencakup seluruh data yang dibutuhkan dalam menyusun laporan keuangan.
Tentunya ini akan sangat memudahkan dan menghemat waktu dalam menyusun laporan keuangan, tanpa perlu mencari data dari sumber yang terlalu banyak.
#4 Menunjukkan Prosedur yang Telah Dijalankan
Fungsi terakhir adalah untuk menunjukkan prosedur pencatatan keuangan yang telah dijalankan oleh perusahaan.
Dengan demikian, hal ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kredibilitas dalam mencatat dan mengelola keuangan dengan benar.
Selain itu, jelas bahwa laporan keuangan yang dibuat pun memiliki kredibilitas karena disusun berdasarkan neraca lajur, yang merupakan bagian dari prosedur pencatatan keuangan.
Cara Mudah Menyusun Neraca Lajur
Sebenarnya penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo sebelum diadakan penyesuaian. Setelah itu dilanjutkan dengan memasukkan data-data penyesuaian sehingga dapat ditentukanlah data-data yang akan dicantumkan dalam laporan keuangan.
[Baca Juga: Lakukan Simulasi Kredit Terlebih Dahulu, Sebelum Ajukan Kredit Agar Keuangan Anda Tidak Berantakan]
Neraca lajur berupa kolom atau lajur yang terdiri dari 6, 8, 10, atau 12 kolom sebagai berikut:
6 kolom (3 kolom berganda)
Merupakan jenis yang jarang digunakan, umumnya terdiri atas:
8 kolom (4 kolom berganda)
Merupakan jenis yang biasanya digunakan oleh perusahaan dagang atau jasa dan terdiri atas:
10 kolom (5 kolom berganda)
Hampir serupa dengan neraca lajur 8 kolom, yang terdiri atas:
12 kolom (6 kolom berganda)
Merupakan yang terlengkap, terdiri atas:
Apabila Anda belum terbayang, mari melihat langkah-langkah mudah dalam menyusunnya berikut ini:
#1 Membuat Format Neraca Lajur
Pertama-tama buat judul ditulis di tengah atas yang terdiri dari:
Kemudian tentukan jumlah lajur yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, kemudian masukkan format setiap lajurnya seperti contoh berikut:
[Nama Perusahaan]
Neraca Lajur
Periode Penyusunan: …………..
#2 Mengisi Akun-akun Beserta Jumlah Saldo Perkiraan pada Kolom Neraca Saldo
Umumnya mudah terjadi kesalahan pada tahap ini, jadi masukkan secara hati-hati dan lakukan pengecekan ulang.
#3 Menjumlahkan Kolom Neraca Saldo
Dalam langkah ketiga ini, pastikan kedua kolom berjumlah seimbang (balance).
#4 Masukkan Informasi Akun-akun yang Telah Disesuaikan
Kemudian, masukkan informasi akun-akun pada jurnal penyesuaian dengan memastikan nama akun/perkiraan yang tidak terdapat pada neraca saldo ditambahkan dibagian bawah dan menyesuaikan dengan kode akunnya.
Jumlahkan saldo jurnal penyesuaian sampai ditemukan angka yang seimbang (balance).
#5 Mengisi Kolom Neraca Saldo Disesuaikan
Untuk mengisi kolom neraca saldo disesuaikan, jumlahkan kolom debet di neraca saldo dengan kolom debet di kolom penyesuaian. Demikian pula halnya dengan kolom kredit neraca saldo di jumlahkan dengan kolom kredit di penyesuaian.
#6 Mengisi Kolom Laba Rugi
Berdasarkan angka dari neraca saldo disesuaikan, dipilih akun pendapatan dan beban dan dimasukkan ke kolom laporan laba rugi.
Masukkan saldo akun nominal SAJA dari kolom neraca saldo disesuaikan.
[Baca Juga: Ternyata! Investasi Koinworks Peer to Peer Lending, Begini Cara Kerjanya dan Cara Berinvestasinya!]
#7 Menjumlahkan Kolom Laba Rugi
Jumlahkan seluruh saldo debet maupun kredit pada kolom laba rugi. Hasilnya adalah selisih antara pendapatan dan beban.
Jika jumlah kolom kredit lebih besar itu artinya laba/keuntungan perusahaan, dan jika sebaliknya atau jumlah debet lebih besar artinya rugi/kerugian perusahaan.
#8 Memeriksa Setiap Kolom Debit dan Kredit
Langkah terakhir yakni melakukan pengecekan ulang agar seluruh kolom debit dan kredit jumlahnya seimbang.
Lakukan hal yang sama dengan langkah sebelumnya dengan menjumlahkan masing-masing kolom pada jenis neraca.
Dengan memasukkan akun dan jumlah saldo masing-masing akun, kecuali pendapatan beban dan akumulasi penyusutan.
Contoh hasilnya adalah sebagai berikut:
Kenali dan Manfaatkan Sekarang Juga
Melalui penjabaran di atas, apakah Anda masih bingung dengan definisi neraca lajur dan serba-serbinya? Apakah Anda sudah dapat membuatnya?
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, bagikan sekarang juga kepada teman-teman Anda yang masih kebingungungan akan istilah ekonomi dan keuangan!
Apakah Anda memiliki pertanyaan terkait artikel ini? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.
Sumber Referensi:
Sumber Gambar:

